Jakarta, 26 Juni 2026 – PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (Kode Saham: SPRE) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik (Public Expose) Tahun 2026 pada Jumat, 26 Juni 2026, bertempat di Cyber 2 Tower Marquee Center Lantai 17, Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Perseroan memaparkan perkembangan bisnis, kinerja keuangan Kuartal I 2026, realisasi belanja modal, serta langkah strategis yang dijalankan untuk mendukung pertumbuhan usaha.
Pada Kuartal I 2026, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp10,9 miliar dibandingkan Rp11,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp208 juta dibandingkan Rp516 juta pada periode sebelumnya. Manajemen menyampaikan bahwa meskipun terjadi penurunan pendapatan dan laba bersih secara tahunan, Perseroan tetap mampu mempertahankan stabilitas kegiatan usaha. Kinerja operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik dan menunjukkan tren yang positif, didukung oleh permintaan pasar yang tetap terjaga serta upaya efisiensi yang terus dilakukan.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp753 juta yang digunakan untuk mendukung operasional dan peningkatan kapasitas bisnis. Sementara pada Kuartal I 2026, Perseroan kembali mengalokasikan capex sebesar Rp492 juta sebagai bagian dari strategi penguatan produktivitas dan efisiensi usaha.
Sepanjang awal tahun 2026, SPRE mencatatkan tren pertumbuhan yang solid. Fokus utama perusahaan tertuju pada optimalisasi pasar domestik melalui penguatan ekosistem kemitraan Business-to-Business (B2B) serta diversifikasi saluran distribusi.
Perseroan juga terus mengoptimalkan kerja sama strategis dengan jaringan hotel seperti RedDoorz untuk memasok kebutuhan operasional perlengkapan kamar tidur secara berkelanjutan. Selain itu, Perseroan berfokus memperluas jangkauan pasar B2B untuk memperkokoh posisinya sebagai produsen perlengkapan kamar tidur.
Direktur Utama PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk, Rizet Ramawi, menyampaikan, “Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi SPRE untuk terus melompat lebih tinggi. Melalui kolaborasi strategis B2B dan peningkatan kualitas produk, kami tidak hanya memperluas akses pasar tetapi juga berkomitmen memberikan nilai tambah yang nyata bagi seluruh pemangku kepentingan dan pemegang saham kami.”
Menghadapi sisa tahun 2026, Perseroan optimistis dapat mempertahankan laju pertumbuhan positif dengan memperkuat inovasi produk, menjaga keandalan rantai pasok (supply chain), serta meningkatkan efisiensi operasional di seluruh lini bisnis.
Dalam Public Expose, manajemen juga menyampaikan bahwa Perseroan saat ini sedang berada dalam proses pengambilalihan saham oleh Saiko Consultancy Pte. Ltd., perusahaan asal Singapura. Rencana akuisisi tersebut diumumkan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada 19 Januari 2026.
Direktur Utama SPRE, Rizet Ramawi, menjelaskan bahwa Saiko Consultancy berencana mengambil alih sebanyak-banyaknya 226,6 juta saham atau setara 27,83 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan yang saat ini dimilikinya.
“Setelah penyelesaian rencana pengambilalihan, sebagai pengendali baru perseroan, calon pengendali baru akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai ketentuan POJK Nomor 9 Tahun 2018,” ujar Rizet.
Manajemen meyakini rencana akuisisi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Secara terpisah, Direktur Saiko Consultancy Pte. Ltd., Mark Leong Kei Wei, menyampaikan bahwa proses negosiasi masih berlangsung antara kedua belah pihak. Beberapa aspek yang masih dibahas antara lain nilai akhir transaksi dan jadwal penyelesaian pengambilalihan saham.
Dalam kesempatan yang sama, manajemen juga memaparkan perjalanan bisnis Perseroan yang berawal dari usaha jahit rumahan di Kota Padang, Sumatera Barat, pada tahun 2001. Pada tahun 2015, perusahaan resmi berbadan hukum sebagai Perseroan Terbatas dan memperluas kapasitas produksi dengan mendirikan pabrik di Padang dan Pekanbaru. Saat ini, SPRE mengoperasikan dua fasilitas produksi serta enam gerai penjualan yang tersebar di kedua kota tersebut.
Sejak 2019, Perseroan memperluas portofolio produknya dengan menghadirkan berbagai kebutuhan kamar tidur, mulai dari sprei, bed cover, bantal, guling, selimut hingga produk penunjang lainnya dengan merek dagang “Soraya”.
Tonggak penting lainnya dicapai pada Juli 2024 ketika SPRE resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Perseroan menjadi perusahaan pertama asal Kota Padang yang berhasil melantai di pasar modal Indonesia.
Melalui RUPST dan Public Expose 2026, Perseroan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan ekspansi usaha, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.